Jumat, 09 Januari 2015

Clapper Movie Cafe, Unik Dari Kontainer

Clapper Movie Cafe, Unik Dari Kontainer

Cafe unik di dalam kontainer peti kemasBerada di area Semarang atas (Banyumanik), meski tidak terlalu besar, Clapper Movie Cafe merupakan satu cafe yang unik, dengan bangunan utama / indoor terbuat dari kontainer peti kemas, dengan pintu masuk juga layaknya pintu kontainer.
Menyajikan menu kopi, teh dan juga makanan ringan hingga nasi goreng. Nama nama menu juga tidak biasa, karena nama nama menu diambil dari judul judul film. Seperti untuk menu minuman: The Godfather espresso coffee 9K, Men In Black 12K, Kopi Tubruk Warkop DKI 12K, Kato”s Perfect Latte 17K, Al Pacino’s Cappuccino 17K. Dan menu utama seperti Clapper Patty 21K, The Breakfast Club 20K, Lady & The Tramp Spaghetti 21K, Despicable Me 18K, Before Sunrise Fried Rice 18K.
Nuansa cafe juga mengambil tema film film dengan ornamen film film lama, sepertikita akan mendapati koleksi laser disc, video vhs, robot robot dari star wars dan masih banyak lagi.
Secangkir_teh
Hachiko Ocha: This green tea will accompany your day just like Hachiko the dog.
Sepiring nasi goreng
Before Sunrise Fried Rice: This delicious fried rice will make Ethan Hawke and Julie Delpy stop talking.
Interior cafe
Casting film Twaalf Uur Van Semarang
Clapper Movie Cafe
Alamat: Jalan Jati Raya No 51 Banyumanik Semarang [Area Gedung Karina]
Nomor Telepon: 0813-2550-0105
Email: clappercafe@gmail.com
Instagram: @clappercafe
Buka setiap hari jam 11am – 1am.

Kapal Bajak Laut Warnai Pergantian Tahun di Oak Tree

Kapal Bajak Laut Warnai Pergantian Tahun di Oak Tree

Event_bertema_bajak_lautPapandayan – Tidak terasa tahun 2014 telah berlalu, dan tahun 2015 ini diprediksi merupakan tahun kambing kayu yang mencerminkan keberuntungan, kemakmuran dan perdamaian. Untuk merayakan semarak pergantian tahun kemarin, Hotel Oak Tree Emerald Semarang mengadakan rangkaian acara yang bertema Bajak Laut di Mahony Ballroom dan Pool.
Tema tesebut diangkat untuk melambangkan agar tahun ini mendapatkan bendera kebesaran dan kejayaan dan perdamaian. Dengan dekorasi ruangan yang seolah-oalah kita berada diatas kapal bajak laut yang berada di tengah lautan.
Acara yang berlangsung dari pukul 7 malam diawali dengan gala dinner dengan hiasan makanan yang bertema pirates. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembukaan dari MC Bayu Austin & Mala. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penampilan Attention Dance Crew. DJ Duta mengiringi musik pada acara tersebut, atraksi sulap dari Black Shadow dan tak lupa penampilan dari Spash Band. Semua pengisi acara dan staff hotel mengenakan kostum bajak laut dan berdadan ala bajak laut.
Pesta Tahun Baru di hotel
Makan malam bersama di hotel
Ramai pengunjung hotel
Ditengah-tengah acara MC mengenalkan Kapten Kapal yaitu Nuralamsyah Arifin selaku General Manager Hotel Oak Tree Emerald Semarang.
Sebagai acara puncak mengijak pukul 00.00 WIB beserta tamu bersama – sama meniup terompet dan menyalakan kembang api di pool.Wajah-wajah ceria menghiasi perayaan pergantian tahun ini. Dan semoga di tahun 2015 ini kemakmuran dan perdamaian selalu menyertai.

Menjelajahi Bangunan Bersejarah di Dengan Semarjawi

Menjelajahi Bangunan Bersejarah di Dengan Semarjawi

Dek atas bus semarjawiSemarjawi namanya, singkatan dariSemarang Jalan Jalan Wisata. Memiliki warna merah menyala, bus ini memiliki dua dek atau istilahnya bus tingkat.
Di tingkat atas bus ini, pengunjung diharapkan dapat menikmati pemandangan kota dan kekayaan wisata. Di dek bawah, pengunjung dapat duduk santai sembari menikmati hembus angin.
“Asyik ya ternyata bus wisata ini. Saya jadi gemes ingin berfoto selfie,” terang seorang peserta tur, Dodi Wahyudi sembari meraih kamera ponselnya, Sabtu (3/1).
Mendapat undangan berwisata menggunakan bus ini bersama Komunitas Penggiat Wisata Kota Semarang, ia bersuka cita datang. Baginya, ini adalah pengamalan pertama yang tak terlupakan, apalagi bus ini belum dirilis secara resmi untuk digunakan publik.
Berbeda dengan Anindya Liani yang tertarik mengikuti tur karena ingin merasakan sensasi naik bus dengan atap terbuka. Meski cuaca Sabtu pagi itu agak gerimis, namun ia tidak ragu untuk memilih dek atas yang tidak beratap. “Saya ingin melihat langsung dan merasakan angin serta tidak ingin terhalang momen apapun saat memotret,” tukasnya.
Bangunan bersejarah Semarang
Bangunan tua di semarang
Bustram Semarjawi
Alhasil, dalam sekitar 30 menit tur, memori kamera SLR-nya hampir penuh. Pemandangan Kota Lama, Tawang, polder hingga gedung-gedung bersejarah memenuhi kapasitas memorinya. Pengelola tur Angga mengakui jika bus yang digunakan ini merupakan hibah dari Telkomsel untuk Pemkot Semarang. Sesuai namanya, bus digunakan hanya untuk kepentingan wisata.
“Namun sementara kami hanya berkeliling Kota Lama dulu. Setelah nanti perizinan dirampungkan, trayek wisata akan ditambah berkeliling ke Tugu Muda, Sam Po Kong dan juga Museum Ranggawarsita,” terangnya. Karena belum dirilis secara resmi ke publik, pihaknya belum mematok harga tertentu untuk sekali tur. Diakui, selama ini pihaknya hanya menerima paket wisata sekali jalan dengan anggaran antara Rp500 ribu hingga Rp750 ribu.
Dana itu dialokasikan untuk anggaran operasional seperti membayar BBM, biaya sopir dan pemandu wisata. Untuk sementara, target awal adalah pelajar SD dan SMP sembari mereka belajar wisata sejarah kota ini.
“Karenanya kami menggandeng Penggiat Wisata agar dapat ikut membantu mempromokan program kami ini sekaligus berharap ada kritik saran yang membangun terkait bustram Semarjawi ini,” tukasnya. [Akun Twitter Bustram ini, @semarjawi]

Dek atas bus semarjawiSemarjawi namanya, singkatan dariSemarang Jalan Jalan Wisata. Memiliki warna merah menyala, bus ini memiliki dua dek atau istilahnya bus tingkat.
Di tingkat atas bus ini, pengunjung diharapkan dapat menikmati pemandangan kota dan kekayaan wisata. Di dek bawah, pengunjung dapat duduk santai sembari menikmati hembus angin.
“Asyik ya ternyata bus wisata ini. Saya jadi gemes ingin berfoto selfie,” terang seorang peserta tur, Dodi Wahyudi sembari meraih kamera ponselnya, Sabtu (3/1).
Mendapat undangan berwisata menggunakan bus ini bersama Komunitas Penggiat Wisata Kota Semarang, ia bersuka cita datang. Baginya, ini adalah pengamalan pertama yang tak terlupakan, apalagi bus ini belum dirilis secara resmi untuk digunakan publik.
Berbeda dengan Anindya Liani yang tertarik mengikuti tur karena ingin merasakan sensasi naik bus dengan atap terbuka. Meski cuaca Sabtu pagi itu agak gerimis, namun ia tidak ragu untuk memilih dek atas yang tidak beratap. “Saya ingin melihat langsung dan merasakan angin serta tidak ingin terhalang momen apapun saat memotret,” tukasnya.
Bangunan bersejarah Semarang
Bangunan tua di semarang
Bustram Semarjawi
Alhasil, dalam sekitar 30 menit tur, memori kamera SLR-nya hampir penuh. Pemandangan Kota Lama, Tawang, polder hingga gedung-gedung bersejarah memenuhi kapasitas memorinya. Pengelola tur Angga mengakui jika bus yang digunakan ini merupakan hibah dari Telkomsel untuk Pemkot Semarang. Sesuai namanya, bus digunakan hanya untuk kepentingan wisata.
“Namun sementara kami hanya berkeliling Kota Lama dulu. Setelah nanti perizinan dirampungkan, trayek wisata akan ditambah berkeliling ke Tugu Muda, Sam Po Kong dan juga Museum Ranggawarsita,” terangnya. Karena belum dirilis secara resmi ke publik, pihaknya belum mematok harga tertentu untuk sekali tur. Diakui, selama ini pihaknya hanya menerima paket wisata sekali jalan dengan anggaran antara Rp500 ribu hingga Rp750 ribu.
Dana itu dialokasikan untuk anggaran operasional seperti membayar BBM, biaya sopir dan pemandu wisata. Untuk sementara, target awal adalah pelajar SD dan SMP sembari mereka belajar wisata sejarah kota ini.
“Karenanya kami menggandeng Penggiat Wisata agar dapat ikut membantu mempromokan program kami ini sekaligus berharap ada kritik saran yang membangun terkait bustram Semarjawi ini,” tukasnya. [Akun Twitter Bustram ini, @semarjawi]

Pasar Johar Semarang

Pasar Johar Semarang

pasar johar depan
Sejarah Pasar Johar Semarang dimulai lebih dari seabad yang lalu. Pada tahun 1860 terdapat pasar yang menempati bagian timur alun-alun ini dipagari oleh deretan pohon johar ditepi jalan. Dari sinilah nama Pasar johar itu lahir. Lokasi pasar ini disebelah barat pasar Semarang yang disebut seagai Pasar Pedamaran, dan berdekatan pula dengan penjara sehingga menjadi tempat menanti orang yang menengok kerabat dan kenalan yang dipenjara. Pasar Johar menjadi semakin ramai dan memerlukan perluasan ruang. Setelah melalui proses pengkajian, akhirnya diadakan perluasan Pasar Johar dengan menebang pohon johar dan membangun los baru. Sampai dengan saat pasar ini masih dimiliki oleh pertikelir (swasta). Pada tahun 1931 itu gedung penjara tua yang terletak didekat pasar johar dibongkar sehubungan dengan rencana pemerintah kota untuk mendirikan Pasar Central modern. Pasar Central lantas memang didirikan dengan tujuan mempersatukan fungsi lima pasar yang telah ada, yaitu pasar johar, pasar pedamaran, pasar beteng, pasar jurnatan dan pasar pekojan. Adapun tapak pasar yang akan direncanakan melihat tapak pasar pedamaran, pasar johar, ditambah tapak rumah penjara, beberapa toko, sebagian halaman Kanjengan dan sebagian alun-alun.
Bangunan Pasar ini terdiri dari empat blok bangunan yang disatukan oleh gang selebar 8.00 meter. Orientasi bangunan kearah timur. Pasar Johar merupakan bangunan dua lantai hanya pada bagian tepi, sedangkan bagian tengah berupa void. Sisi melintang bangunan terdiri dari enam buah trafe, dan sisi membujur memiliki empat buah trafe. Pondasi dari batu, struktur dari beton bertulang, dengan sistem cendawan pada kolom-kolom. Kolom memiliki modul 6.00 meter dengan penampang berupa persegi delapan. Kolom seperti ini dinamakan kontruksi jamur (mushroom). Atap berupa atap datar terbuat dari beton. Pada bagian tertentu dari atap, diadakan peninggian sebagai lubang udara. Bangunan ini memenuhi tapak yang tersedia, sehingga tidak terdapat halaman ataupun ruang terbuka. Hal ini sesuai dengan prinsip Thomas Karsten yaitu efisien ruang. Disebelah utara Pasar Johar terdapat Pasar Yaik Permai yang dibangun belakangan; sebelah timur terdapat SCJ (Shoping Center Johar) yang selesai tahun 1994; dan sebelah selatan terdapat Kali Semarang.
Pada tahun 1933 dibuatlah usulan rancangan pertama oleh Ir. Thomas Karsten, yang bentuk dasarnya menyerupai Pasar Jatingaleh dengan ukuran lebih besar. Pada tahap ini terdapat susunan atap datar beton dengan bagian tertinggi berada di pusat. Bagian kulit dibuat bertingkat, mengingat harga tanah yang sudah tinggi dikawasan tersebut. Namun demikian rancangan tersebut diubah pada tiga tahun berikutnya dengan tujuan untuk mengadakan efisiensi. Karena belum memenuhi keinginan, maka rencangan inipun diubah kembali dengan gagasan konstruksi cendawa kembali dimunculkan. Rencana yang terakhir inilah yang jadi dibangun. Konon kabarnya pasar johar pernah tersohor sebagai pasar yang terbesar dan tercantik di asia tenggara. Pada tahun 1960-an pernah diadakan perubahan berupa penempelan dinding tambahanpada sekeliling pasar. Hal ini menyebabkan tampilan arsitektur tidak serasi serta sistem penghawaan yang kurang lancar. Tambahan ini sekarang sudah dibongkar kembali.

Kota Lama Semarang, Little Netherland

Kota Lama Semarang, Little Netherland

Kota Lama, Citra Visual Arsitektur Kolonial di Kota Semarang.
gereja blenduk semarang kota lamaKota Lama Semarang merupakan citra visual yang menyajikan kemegahan arsitektur Eropa di masa lalu. Banyak berdiri Bagunan-bangunan kuno nan eksotis dan megah peninggalan Kolonial Belanda, seakan menyimpan segudang cerita yang tak kan pernah habis dikisahkan. Di sekitar Kota Lama dibangun kanal-kanal air yang keberadaanya masih bisa disaksikan hingga kini, meski tidak terawat. Hal inilah yang menyebabkan Kota Lama mendapat julukan sebagai Little Netherland. Lokasinya yang terpisah dengan lanskap mirip kota di Eropa serta kanal yang mengelilinginya menjadikan Kota Lama seperti miniatur Belanda di Semarang.
gedung jiwasraya gedung keuangan negara
Satu bangunan yang paling populer dan wajib dikunjungi saat mengunjungi Kota Lama Semarang yaitu Gereja Blenduk yang sudah berusia lebih dari dua setengah abad. Gereja yang memiliki nama asli Nederlandsch Indische Kerk dan masih digunakan sebagai tempat ibadah hingga kini menjadi Landmark Kota Semarang.
polder tawang semarang kota lama pabrik rokok proe lajar
Karena masyarakat pribumi yang kesulitan mengucapkan nama dalam bahasa Belanda pun akhirnya menyebutnya blenduk karena memiliki atap berbentuk kubah berwarna merah bata yang terbuat dari perunggu serta dua menara kembar di depannya. Perubahan nama juga terjadi pada Jembatan Berok yang dulu menjadi pintu gerbang menuju Kota Lama. Kata burg yang berarti jembatan dilafalkan menjadi berok dan nama itu terus dipakai hingga kini.
jembatan berok ikan bakar cianjur semarang kota lama
Di seberang Gereja Blenduk terdapat Gedung Kuno yang menjadi kantor Asuransi yang biasa disebut sebagai Gedung Jiwasraya, di sebelah baratnya untuk penggemarWisata Kuliner terdapat Restoran Ikan Bakar Cianjur.
gedung marabunta kota lama semarang gedung marba smg kota lama

Tugu Muda Semarang


Merdeka.com - Memperingati pertempuran 5 hari di Semarang, Pemerintah Kota Semarang pada 10 November 1950, membangun Tugu Muda sebagai monumen peringatan. Monumen Tugu Muda ini oleh Presiden Soekarno diresmikan 20 Mei 1953. Bangunan bersejarah ini, terletak di pertemuan jalan protokoler Kota Semarang yang banyak merekam peristiwa penting selama lima hari pertempuran.

Jalan-jalan protokoler itu adalah Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Jalan Dr. Soetomo, dan Jalan Pandanaran, serta bangunan bersejarah Gedung Lawang Sewu yang dikenal dengan wisata misterinya. Selain pembangunan Tugu Muda, Nama dr. Kariadi diabadikan sebagai nama salah satu rumah sakit di Semarang yang menjadi tempat awal perjuangan pemuda dalam insiden pertempuran 5 hari di Semarang.

Tugu Muda Semarang terletak di tengah persimpangan Jalan Pandanaran, Jalan Mgr Soegijapranata, Jalan Imam Bonjol, Jalan Pemuda dan Jalan Dr. Sutomo. Sebelah Utara tugu ini ini terdapat Gedung Pandanaran yang kini menjadi perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Di sebelah Timur terdapat Lawangsewu, di sebelah selatan berhadapan dengan Museum Mandala Bhakti, dan sebelah barat terdapat Wisma Perdamaian yang merupakan rumah dinas gubernur Jawa Tengah.

Tugu Muda merupakan sebuah monumen bersejarah kota Semarang yang dibangun untuk mengenang pertempuran 5 hari di Semarang. Pertempuran ini adalah perlawanan terhebat rakyat Indonesia terhadap Jepang pada masa transisi. Lawangsewu menjadi saksi bisu perjuangan anak-anak muda Semarang yang dimulai pada 15 Oktober 1945, hingga kemudian berakhir 20 Oktober 1945 itu.

Pertempuran sengit selama 5 hari ini dipicu kaburnya tawanan Jepang pada 14 Oktober 1945. Pada pukul 06.30 WIB, pemuda-pemuda rumah sakit mendapat instruksi untuk mencegat dan memeriksa mobil Jepang yang lewat di depan RS Purusara. Mereka menyita sedan milik Kempetai dan merampas senjata. Sore harinya, para pemuda ikut aktif mencari tentara Jepang dan kemudian menjebloskannya ke Penjara Bulu (sekarang LP Wanita Bulu, Kota Semarang).

Sekitar pukul 18.00 WIB, pasukan Jepang bersenjata lengkap melancarkan serangan mendadak sekaligus melucuti delapan anggota polisi istimewa yang waktu itu sedang menjaga sumber air minum bagi warga Semarang yakni Reservoir Siranda di Candilama. Kedelapan anggota polisi istimewa itu disiksa dan dibawa ke markas Kidobutai di Jatingaleh. Sore itu juga tersiar kabar tentara Jepang menebarkan racun ke dalam reservoir itu.

Rakyat pun menjadi gelisah. Sebagai kepala RS Purusara (sekarang Rumah Sakit Umum Pusat Dr Kariadi) Dokter Kariadi berniat memastikan kabar tersebut. Selepas magrib, ada telepon dari pimpinan Rumah Sakit Purusara, yang memberitahukan agar dr. Kariadi, Kepala Laboratorium Purusara segera memeriksa Reservoir Siranda karena berita Jepang menebarkan racun itu.

Dokter Kariadi kemudian dengan cepat memutuskan harus segera pergi ke sana. Suasana sangat berbahaya karena tentara Jepang telah melakukan serangan di beberapa tempat termasuk di jalan menuju ke Reservoir Siranda. Istri Dr. Kariadi, drg. Soenarti mencoba mencegah suaminya pergi, namun gagal.

Ternyata dalam perjalanan menuju Reservoir Siranda itu, mobil yang ditumpangi dr. Kariadi dicegat tentara Jepang di Jalan Pandanaran. Bersama tentara pelajar yang mensopiri mobil yang ditumpanginya, dr. Kariadi ditembak secara keji. Ia sempat dibawa ke rumah sakit sekitar pukul 23.30 WIB. Ketika tiba di kamar bedah, keadaan dr. Kariadi sudah sangat gawat. Nyawa dokter muda itu tidak dapat diselamatkan. Ia gugur dalam usia 40 tahun satu bulan.

Pada 28 Oktober 1945, Gubernur Jateng Mr Wongsonegoro meletakkan batu pertama pembangunan monumen ini di dekat alun-alun. Namun karena pada November 1945 meletus perang melawan sekutu dan Jepang, proyek ini terbengkalai. Kemudian tahun 1949, Badan Koordinasi Pemuda Indonesia (BKPI) memprakarsai pembangunannya kembali. Namun upaya ini pun gagal karena kesulitan dalam hal pendanaan.

Pembangunan baru berjalan lancar ketika pada 1951 Wali Kota Semarang Hadi Soebeno Sosro Werdoyo membentuk panitia Tugumuda. Lokasi pun dipindah dari alun-alun ke lokasi sekarang. Desain tugu dikerjakan oleh Salim, sedangkan relief pada bagian bawah digarap seniman Hendro. Batu-batu didatangkan dari Kaliurang dan Pakem Yogyakarta. Tanggal 10 November 1951 diletakkan batu pertama oleh Gubernur Jateng Boediono dan pada tanggal 1953 bertepatan dengan Hari Kebangkitan nasional Tugu Muda diresmikan oleh Presiden Soekarno.

Tugu Muda sempat mengalami beberapa penambahan, terutama pada kolam dan taman. Kini kawasan Tugu Muda ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya. Penetapan itu berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2011-2031. Di kawasan ini terdapat bangunan bersejarah seperti Gedung Lawangsewu, Wisma Perdamaian, Gereja Katedral, Museum Mandala Bhakti.

Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu Semarang

lawang sewu semarang
Semarang - Lawang Sewu merupakan sebuah bangunan kuno peninggalan jaman belanda yang dibangun pada 1904. Semula gedung ini untuk kantor pusat perusahaan kereta api (trem) penjajah Belanda atau Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij (NIS). Gedung tiga lantai bergaya art deco (1850-1940) ini karya arsitek Belanda ternama, Prof Jacob F Klinkhamer dan BJ Queendag. Lawang Sewu terletak di sisi timur Tugu Muda Semarang, atau di sudut jalan Pandanaran dan jalan Pemuda. Disebut Lawang Sewu (Seribu Pintu), ini dikarenakan bangunan tersebut memiliki pintu yang sangat banyak. Kenyataannya, pintu yang ada tidak sampai seribu. Bangunan ini memiliki banyak jendela tinggi dan lebar, sehingga masyarakat sering menganggapnya sebagai pintu.
Foto Gallery Lawang Sewu Semarang:
Bangunan utama Lawang Sewu berupa tiga lantai bangunan yang memiliki dua sayap membentang ke bagian kanan dan kiri bagian. Jika pengunjung memasukkan bangunan utama, mereka akan menemukan tangga besar ke lantai dua. Di antara tangga ada kaca besar menunjukkan gambar dua wanita muda Belanda yang terbuat dari gelas. Semua struktur bangunan, pintu dan jendela mengadaptasi gaya arsitektur Belanda. Dengan segala keeksotisan dan keindahannya Lawang Sewu ini merupakan salah satu tempat yang indah untuk Pre Wedding.
Lawang Sewu Pasca Pemugaran:
Setelah cukup lama lawang sewu seperti tak terurus, akhirnya Lawang Sewu dilakukan pemugaran yang memakan waktu cukup lama, akhirnya selesai pada akhir Juni 2011 dan kembali dibuka untuk umum setelah pada tanggal 5 Juli 2011 diresmikan oleh Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono dan dilanjutkan dengan event Pameran Kriya Unggulan Nusantara yang menampilkan produk produk tradisional dari seluruh Nusantara. Berikut foto foto Lawang Sewu pasca pemugaran:
Lawang Sewu Pasca Restorasi
Sisi kanan Lawang Sewu
sisi belakang lawang sewu
seribu pintu lawang sewu
halaman depan lawang sewu